Selasa, 13 November 2012

Filsafat, pendidikan, sains, hermeneutika, fondalisme dan intuisi


1.          Pertanyaan      : arti filsafat menurut anda?
Jawab              : filsafat adalah olah pikir, berfilsafat berarti mengajak kita untuk berfikir hal yang ada dan yang mungkin ada untuk menemukan jawaban tentang fakta yang di indra ataupun hal yang terpikirkan.
Tanggapan      : Setuju, saya menambahkan yang ada dan yang mungkin ada berdimensi ruang dan waktu, karena jika tidak berdimensi ruang dan waktu sulit untuk diolah pikirkan.

2.          Pertanyaan      : apa keuntungan mempelajari filsafat?
Jawab              : menjadikan kita semakin kritis melihat fenomena yang ada dan menjadikan kita terampil sekaligus peka terhadap keadaan lingkungan.
Tanggapan      : Setuju, saya menambahkan mempelajari filsafat dapat juga mempelajari pemikiran para filsuf dalam menemukan atau mengembangkan suatu ilmu atau fenomena.

3.          Pertanyaan      : jelaskan epistemologi pendidikan?
Jawab              : epistemologi secara bahasa berarti sumber pengetahuan, berarti epistemologi pendidikan merupakan bagaimana cara memperoleh pengetahuan, apa saja ruang lingkup pengetahuan itu dan sampai sejauh mana kita dapat memperoleh pengetahuan tersebut. Ini menunjukkan bahwa pendidikan merupakan salah satu cara untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
Tanggapan      : Setuju, saya menambahkan epistemologi pendidikan juga perlu dalam mengembangkan kurikulum

4.          Pertanyaan      : jelaskan antopologi pendidikan?
Jawab              : objek kajian dari pendidikan adalah seluruh hal yang ada dan yang mungkin ada yang berkaitan dengan usaha untuk memperoleh pengetahuan.
Tanggapan      : Setuju, saya menambahkan menurut Madepidarta,ontologi filsafat pendidikan mempertanyakan hal-hal berikut:
1.      Apakah pendidikan itu?
2.      Apa yang hendak dicapai?
3.      Bagaimana cara terbaik merealisasikan tujuan-tujuan pendidikan ?
4.      Bagaimana sifat pendidikan itu?
5.      Bagaimana perbedaan pendidikan teori dengan praktik?
6.      Bagaimana hakikat kurikulum yang disajikan ?
7.      Siapa dan bagaimana para peserta didiknya?
8.      Bagaimana system pengembangan bakat anakl didik?

5.          Pertanyaan      : jelaskan aksiologi pendidikan?
Jawab              : hasil dari proses pendidikan akan menghasilakn suatu produk yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Disini berarti kebermanfaatan pengetahuan yang telah diperoleh dalam proses pendididkan dan implikasinya dalam kehidupan harus berkorelasi agar pengetahuan tersebt menjadi bermakna.
Tanggapan      : Setuju, saya menambahkan aksiologi pendidikan sama dengan tujuan pendidikan.

6.          pertanyaan      jelaskan epistemologi sains?
Jawab              : sains sebagai ilmu pengetahuan harus di gali baik melalui suatu pengalaman maupun observasi terhadap suatu fenomena yang terjadi di alam.
Tanggapan      : Objek pengetahuan sains (yaitu objek-objek yang diteliti sains ) ialah semua objek yang empiris. Jujun S. Suriasumantri (filsafat ilmu : Sebuah pengantar populer,  1994 : 105 ) menyatakan bahwa objek kajian sains hanyalah objek yang berada dalam ruang lingkup pengalaman manusia. Yang dimaksud pengalaman disini ialah pengalaman indera.

7.          Pertanyaan      : jelaskan ontopologi sains?
Jawab              : objek kajian dari sains sendiri adalalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, baik itu biotik maupun abiotik ataupu gejala-gejala alam yang terjadi.
Tanggapan      : Setuju, saya menambahkan bahwa ontologi sains membahas tentang hakekat dan struktur sains. Dan hakikat sains menjawab pertanyaan apa sains itu sebenarnya, dan struktur sains menjelaskan tentang cabang-cabang sains.

8.          Pertanyaan      : jelaskan aksiologi sains??
Jawab              : hasil produk sains harus bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia dan relevansi bagi kehidupan.
Tanggapan      : Setuju, karena sains ada harus diciptakan untuk dapat dimanfaatkan secara baik dan bijaksana oleh semua orang.

9.          Pertanyaan      :            bagaimana determinasi itu di lihat dari sudut pandang seorang guru? Perlu atau tidak determinasi itu dilakukan oleh seorang guru?
Jawab              : seorang guru harus hati-hati dalam penggunaan bahasa maupun tingkah laku sehingga siswa tidak merasa haknya untuk bertanya  ataupun berekspresi dibatasi. Seorang guru pun perlu memberikan determinasi agar pemikiran siswa dapat terarah pada hal-hal yang baik, yang sesuai dengan aturan Allah dan memberikan determin positif kepada siswa pun akan menjadikan siswa lebih semangat.
Tanggapan      : Setuju, determin positif perlu dilakukan seorang guru, dengan menterjemahkan dan diterjemahkan antara guru dan murid terjadi keharmonisan sehingga determin yang bersifat negatif dapat dihilangkan.

10.      Pertanyaan      : apa saja kajian dari hermeneutika itu?
Jawab              : segala sesesuatu yang ada dan yang mungking ada dalam ruang dan waktu, karena segala sesuatu akan berinteraksi dan berkomunikasi dengan yang lain.
Tanggapan      : Setuju, saya menambahkan bahwa Obyek kajian Hermenetika adalah teks, wahyu Tuhan dan dokumen resmi Negara

11.      Pertanyaan      : apakah seorang guru memerlukan intuisi? Berikan contohnya?
Jawab              : intuisi sebaiknya dimiliki oleh setiap manusia tak terkecuali guru. Dengan adanya intuisi tak hanya sekedar doktrin-doktrin yang muncul namun merupan sebuah pengetahuan yang bermakna. Contohnya seorang anak mengenal 2 tak harus dari ia tahu dari suatu penjumlahan atau perhitungan tapi dari pengalaman yang ia miliki maka ia pun akan tahu 2
Tanggapan      : Setuju, saya menmbahkan sebaiknya kita  melatih dan mengembangkan intuisi dengan bijaksana dan pikiran serta hati yang jernih.

12.      Pertanyaan      Bagaimana seorang guru menempatkan fondalisme dan intuisi?
Jawab              : fondalisme diterapkan setelah seseorang menemukan rumus dari suatu fenomena yang terjadi. Namun bukan berarti seorang guru menetapkan rumus-rumus itu sebagai hal yang mutlak untuk di gunakan oleh murid-mridnya melainkan guru juga memberikan keluasaan kepada siswanya untuk mencari pengetahuan tersebut dan fondalisme yang di miliki oleh guru sebagi pemantik pada siswanya untuk meraih intuisinya.
Tanggapan      : Setuju, karena dengan mencari pengetahuan itu sama dengan melatih intuisi. Fondalisme dan intuisi diperlukan oleh seorang guru dalam mendidik siswanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar